Kisah Aku dan Mereka (The Journey of My Life) part. 1
Cerita ini merupakan kisah hidup seorang anak yang lahir di Bagan Siapi-Api. Dia lahir pada tanggal 04 Mei 1984 pada pukul 5 subuh. Oleh orang tuanya, anak yang baru lahir ini kemudian dinamakan Soe Chai An. Ia lahir ketika ibunya sudah mencapai usia 40-an. Ayahnya bekerja sebagai seorang yang membangun kapal-kapal dan rumah-rumah didaerah kampung halamannya. Sedangkan ibunya bekerja di pabrik pembuat Terasi. Ia mempunyai 6 orang kakak, 5 di antaranya adalah perempuan dan seorang kakak laki-laki.
Sejak kecil A-an (itu adalah nama panggilan anak tersebut) tinggal dengan kedua orang tuanya dan 3 orang kakak perempuannya, sedangkan dua orang kakak perempuanya sudah menikah dan tinggal dengan suami mereka kemudia kakaknya yang laki-laki pergi merantau ke Jakarta untuk bekerja.
A-an tidak begitu mengenal kakaknya yang sudah menikah dan yang pergi merantau. Sejak kecil dia tinggal di kampung kelahirannya. Masa kecil merupakan masa yang penuh tawa, tangis dan juga kenangan karena A-an setelah dewasa belum pernah kembali lagi ke kampung halamannya.
Sejak kecil, begitu banyak yang A-an tidak tahu dan tidak mengerti. Salah satunya adalah sewaktu tetangganya memanggil namanya dengan nama kakak laki-lakinya, padahal sejak kecil dia tidak pernah bertemu kakak laki-lakinya. Dan kadang hal tersebut membuat A-an bingung, karena dia dipanggil dengan nama yang bukan namanya.
A-an bersekolah di sebuah sekolah bernama Wahidin. Itu adalah salah satu sekolah yang paling diminat oleh masyarakat didaerahnya. Namun dia hanya bersekolah disana dari TK (Taman Kanak-Kanak) hingga SD (Sekolah Dasar) kelas 3. Begitu banyak hal yang A-an selalu ingat mengenai masa kanak-kanaknya disana. Terutama cerita-cerita horor disekolahnya yang membuat A-an tidak berani bahkan hanya untuk ke WC.
Seperti anak-anak lainnya, A-an merupakan anak yang sering diganggu oleh teman-temannya. Bahkan pernah suatu kali terjadi sebuah kecelakaan yang diakibatkan oleh teman sekelasnya. Sebuah pencil harus menancap di gusi A-an. Meskipun ada banyak kejadian yang tidak menyenangkan, namun ada juga kejadian-kejadian yang menyenangkan yang terjadi disana. A-an menyukai seorang teman sekelasnya yang bernama Melati. A-an termasuk siswa yang pandai disekolahnya dan Melati adalah salah satu rivalnya dalam pelajaran. Selain itu, A-an pernah memberanikan untuk memberikan sebungkus snack kepada Melati, tapi ditolak mentah-mentah olehnya bahkan A-an dilaporkan kepada guru mereka.
Ketika hari Kartini, A-an dipasangkan dengan Melati untuk mengikuti parade yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Itu menjadi moment yang indah bagi A-an, karena dia dapat seharian diatas becak bersama dengan Melati. Setiap harinya, A-an bersekolah diantar dengan becak langganan dan kadang oleh mamanya sendiri.
Waktu yang paling ditunggu oleh A-an adalah ketika Imlek (Tahun Baru penanggalan Cina) tiba, karena dia dapat bermain petasan bersama dengan anak-anak tetangganya. Dan yang paling indah adalah malam ketika setiap keluarga mematikan semua cahaya penerangan (kecuali bulan, karena tidak mungkin mematikan cahaya bulan) dalam cahaya penerangan satu-satunya adalah lilin yang dinyalakan de sekitar rumah (bentuk rumah didaerah sana adalah seperti rumah panggung dan ada jalan panjang dihalaman yang dasarnya kebanyakan adalah kulit kerang).
bersambung......







0 komentar:
Post a Comment